Postingan Terbaru

6/recent/ticker-posts

PERBEDAAN KUALITAS AMAL MANUSIA KARENA TUJUAN YANG TAKSAMA

    Tujuan manusia dalam melakukan suatu amal ibadah seperti sholat, sedekah, puasa dan yang lainnya ada yang baik ada pula yang jelek. 
      Salah satu ibadah dengan tujuan yang jelek itu seperti ibadahnya orang yang ingin pamer yang biasa disebut dengan ria, karena ibadahnya orang yang ria sesungguhnya bukanlah karena Allah swt tetapi karena ingin mendapatkan pujian dari sesama manusia, karena itu lah Allah tidak memberikan pahala kepada ibadahnya orang yang ria. Allah meng ibaratkan ibadah mereka seperti pasir yang  diletakkan diatas batu yang licin kemudian terhempas air hujan, sirna tak ter sisa. sebagaimana yang Allah jelas kan didalam surat Al Baqarah ayat 264. 
      Sedangkan orang yang beramal dengan tujuan baik ada dua kelompok yaitu : 
1.kelompok orang yang bersandar pada amalnya, kelompok ini ada dua macam. 
A. IBAD dia adalah orang yang ibadahnya bertujuan untuk meraih surga dan agar selamat dari neraka.  
B.MURIDUN  dia adalah orang yang ibadahnya bertujuan untuk mencapai kualitas diri yang lebih baik seperti WUSHUL ILALLAH, MUKASYAFAH, dan yang lainnya
       Keduanya masuk dalam kategori orang yang beramal dengan tujuan baik karena masih dalam tataran ikhlas sekalipun dia beramal dengan tujuan ingin mendapatkan imbalan, tapi imbalan itu dia harapkan dari Allah swt . Cuman kelompok ini masuk dalam kategori orang orang yang bersandar kepada amalnya bukan semata kepada Allah swt, dan ciri orang yang termasuk dalam kategori kelompok ini berkurang harapannya kepada Allah saat dia melakukan kesalahan atau kelalaian. Ibnu Athoillah dalam kitabnya Al Hikam menjelaskan:

من علامة الإعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل

2.Orang yang dalam amalnya bersandar kepada Allah semata disebut ARIFIN
     Orang yang ketegori kelompok ini didalam melakukan ibadah apapun, tujuan nya hanya satu tidak ada yang lain yaitu  Allah swt , bukan untuk meraih syurga, bukan untuk supaya terhindar dari neraka bukan pula agar mendapat kan keistimewaan diri seperti whusul, mukasyafah dan karomah. Ciri orang yang seperti ini harapan dan takutnya kepada Allah swt tidak terpengaruh oleh amal nya sehingga  kemaksiatan yang dia tinggalkan tidak mengurangi rasa takut nya kepada Allah dan kebaikan yang dilakukan tidak pula menambah harapan nya kepada Allah . Sebab baginya kebaikan yang dia lakukan hakikatnya milik Allah bukan milik dirinya, karena semua itu dia yaqini terjadi semata mata karena hidayah dan inayahnya. 
Sedangkan kesalahan dan kelalaian yang terlanjur dia lakukan dia merasa semata mata terjadi karena kehendaknya. 
Orang orang ARIFIN seperti ini  jiwanya sudah tenggelam didalam lautan tauhid sehingga dia tidak lagi bisa melihat dirinya yang terlihat oleh mata hatinya hanyalah Allah saja. Seperti orang yang tenggelam dilautan yang dalam dirinya tidak terlihat lagi yang tampak hanyalah lautan. Inilah Kualitas ibadah seorang hamba pada level tertinggi, ibadahnya didorong karena kuatnya rasa cinta bukan karena ingin atau takut sesuatu.

Oleh: Agan S. 

Posting Komentar

0 Komentar